Penyebab Mimisan dan Cara
Mengatasinya
Mimisan atau yang biasa disebut dengan istilah medis bernama
epistaksin merupakan suatu gejala keluarnya darah melalui bagian hidung kita.
Mimisan sendiri merupakan salah satu gejala – gejala yang tidak pandang bulu,
usia dan jenis kelamin. Mulai dari anak – anak hingga lanjut usia, memiliki
kemungkinan mengalami gejala mimisan yang sama.
Biasanya mimisan akan terjadi selama beberapa menit saja atau
malahan hanya beberapa detik. Ketika hidung mengalami mimisan, akan sangat
terasa tidak nyaman dan aneh pada bagian hidung, karena darah segar akan
keluar, namun anda tidak merasakan sakit ataupun perih pada bagian hidung anda.
Pada dasarnya, mimisan bukanlah merupakan suatu gejala
penyakit kronis ataupun gejala penyakit yang serius, terutama ketika terjadi
dalam jangka waktu yang normal. Anda tidak perlu panic ketika mengalami
mimisan, dan hal yang paling penting adalah tetap merasa tenang.
Bagaimana mimisan dapat terjadi ?
Mungkin
timbul di dalam benak dan pikiran anda, bagaimana mimisan dapat terjadi.
Sebenarnya sederhana saja, mimisan, baik pada anak – anak maupun orang dewasa,
hingga lanjut usia dapat terjadi karena satu hal, yaitu terjadinya pecah
pembuluh darah pada bagian dalam hidung.
Apa saja jenis dari mimisan?
Secara garis besar, mimisan sendiri memiliki 2 jenis utama.
Kedua jenis utama dari gejala mimisan ini sendiri terbagi atas dasar lokasi
dari pendarahan pada hidung. Berikut ini adalah kedua jenis mimisan :
- Mimisan Anterior
Mimisan anterior merupakan salah satu jenis mimisan yang
paling sering terjadi pada tubuh secara umum. Kira – kira 90% kasus mimisan
merupakan mimisan yang berjenis anterior. Mimisan anteriot merupakan mimisan
yang terjadi karena pendarahan pada bagian depan hidung.
- Mimisan Posterior
Mimisan posterior merupakan jenis mimisan yang jarang terjadi
dan memiliki kondisi yang lebih serius dibandingkan dengan mimisan posterior.
Biasanya pendarahan yang muncul lebih banyak daripada mimisan anterior. Mimisan
anterior terjadi karena pendarahan yang berasal dari pembuluh darah yang berada
pada bagian belakang hidung, di antara langit – langit mulut dan rongga hidung.
Siapa saja yang dapat mengalami gejala mimisan?
Pada dasarnya, siapapun ketika dihadapkan atau mengalami
kejadian yang memicu atau penyebab dari mimisan, maka dia akan mengalami gejala
mimisan tersebut. Namun demikian, beberapa kelompok individu merupakan kelompok
yang memiliki faktor resiko cukup tinggi dalam mengalami gejala mimisan, yaitu
:
- Anak – anak
- Lansia
- Ibu hamil
- Pengguna obat – obatan yang bersifat antikogaulan
- Penderita hemofilia
Apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya mimisan?
Ketika anda mengalami gejala mimisan, mungkin anda bertanya –
Tanya, mengapa saya bisa mengalami gejala mimisan seperti ini? Apa sih
penyebabknya? Sebenarnya penyebab terjadinya gejala mimisan sangatlah banyak
dan beragam. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya
mimisan :
- Membuang ingus terlalu keras.
Ketika anda sedang flu dan tidak enak badan, biasanya tubuh
akan merespon dengan bersin dan mengeluarkan ingus. Ingus yang muncul di hidung
wajib dikeluarkan, namun terkadang beberapa orang membuang ingus terlalu keras,
sehingga dapat menimbulkan mimisan.
- Terlalu dalam mengorek hidung
Kebiasaan mengorek hidung atau yang biasa dikenal dengan
istilah mengupil sepertinya memang sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang.
Namun demikian perlu diperhatikan, karena kegiatan ini dapat berbahaya bagi hidung
anda, dan berpotensi menimbulkan gejala mimisan apabila terlalu dalam mengorek
hidung anda terutama ketka anda tidak sengaja melukai bagian dalam hidung.
- Perubahan tekanan udara.
Merupakan salah satu faktor alam yang berperan dalam
menimbulkan gejala – gejala mimisan. Perubahan tekanan udara dapat menimbulkan
terjadinya mimisan. Biasanya perubahan tekanan udara ini muncul pada 2 kondisi,
yaitu :
- Udara yang terlalu panas
- Udara yang terlalu dingin
Kedua kondisi tekanan udara diatas dapat menyebabkan terjadinya
pecah pembuluh darah terutama pada bagian hidung, dan menyebabkan mimisan.
- Penggunaan jenis obat – obatan
Mimisan juga dapat terjadi karena efek atau pengaruh dari
penggunaan obat – obatan tertentu. jenis obat – obatan ini dapat membuat
pendarahan pada bagian hidung karena kandungan kimianya. Berikut ini adalah
beberapa jenis obat – obatan yang berpotensi menimbulkan gejala mimisan:
- Aspirin
- Antikoagulan
- Inhaler yang digunakan secara berlebihan
- Alergi
Pada beberapa kasus, mimisan dapat terjadi karena seseorang
mengalami alergi terhadap polutan dan allergen yang ada di udara. Polutan dan
allergen yang ada di udara ini terhirup masuk ke dalam tubuh melalui hidung
secara tidak sengaja, dan beberapa polutan atau allergen dapat menimbulkan
alergi, terutama bagi orang yang sensitive hidungnya. Berikut ini beberapa
jenis allergen dan polutan yang dapat menyebabkan mimisan :
- Debu dan pasir
- Asap kendaraan bermotor
- Asap rokok
- Bau yang menyengat, seperti bau durian dan bau sampah
- Kapuk atau bulu, terutama pada bantal dan guling
- Iritasi akibat senyawa kimia
Selain akibat allergen dan polutan di udara, mimisan juga
dapat terjadi karena adanya iritasi pada bagian rongga dan pangkal hidung yang
disebabkan oleh adanya senyawa atau bahan kimia yang masuk ke dalam hidung.
Beberapa bahan kimia dapat menimbulkan reaksi gatal dan pendarahan pada bagian
hidung apabila terhirup. Untuk menghindari hal ini, maka disarankan untk :
- Wajib menggunakan masker ketika harus bekerja dengan banyak senyawa dan zat kimia
- Sebisa mungkin menghindari peralatan yang dapat menghasilkan atau menimbulkan senyawa kimia.
- Penggunaan NAPZA
Narkotika dan obat – obatan terlarang alias narkoba, terutama
jenis narkoba yang dihirup masuk ke dalam tubuh juga dapat menimbulkan iritasi
dan mimisan pada hidung. Salah satu jenis narkoba yang paling umum adalah jenis
kokain.
Baca juga :
- Bahaya narkoba
- Efek sabu sabu
- Efek ganja
- Muncul tumor pada rongga hidung
Tumor merupakan suatu pertumbuhan benjolan yang tidak normal,
yang dalam hal ini muncul dan tumbuh pada bagian rongga hidung. Ketika tumor
menjadi semakin membesar, maka tumor tersebut dapat menyebabkan beberapa hal,
antara lain :
- Menutup saluran pernapasan
- Menekan pembuluh darah hingga pecah
- Adanya suatu kelainan pada sistem pembekuan darah
Beberapa orang memiliki kondisi yang berbeda dari kondisi
orang normal pada umumnya. Apabila pada umumnya luka yang dialami oleh
seseorang dapat kering dan sembuh dalam waktu singkat, maka penderita
hemophilia (kelainan dalam sistem pembekuan darah) akan sulit dalam melakukan
proses tersebut. Salah satu gejala utama dari hemophilia adalah terjadinya
pendarahan pada bagian – bagian tubuh, salah satunya adalah pada bagian hidung
(mimisan).
- Gejala psikosomatis
sponsored links
Gejala psikosomatis merupakan salah satu gejala – gejala
fisiologis yang disebabkan oleh faktor psikologis. Faktor psikologis yang
biasanya sering menyebabkan terjadinya gangguan psikosomatis antara lain :
- Perasaan tertekan
- Stres
- Depresi
- Kecemasan akan sesuatu
- Takut
- Phobia
Beberapa kondisi psikologis diatas telah terbukti memiliki
dampak terhadap kondisi kesehatan dan kondisi fisik seseorang, salah satunya
adalah dengan kondisi tubuh terutama hidung yang mengalami mimisan.
- Kecelakaan
Ada beberapa kondisi dimana mimisan yang dialami oleh
seseorang merupakan akibat dari kecelakaan yang menimpa dirinya. Kecelakaan ini
dapat mencakup banyak hal, mulai dari kecelakaan ringan hingga berat.
Contohnya ada beberapa kasus diman seorang anak sedang
bermain kejar – kejaran dan terjatuh, mengalami mimisan. Namun demikian, tidak
semua kecelakaan akan berujung pada gejala mimisan
- Efek atau gejala dari penyakit – penyakit tertentu
Selain sebagai suatu gejala yang dapat muncul dengan
sendirinya, ada beberapa jenis penyakit yang diidap oleh seseorang dapat
menimbulkan mimisan. Singkatnya adalah, mimisan merupakan salah satu gejala
yang ditimbulkan suatu penyakit. Beberapa penyakit yang mungkin menimbulkan
gejala mimisan antara lain :
- Demam berdarah
- Darah tinggi
- Kanker
- Tumor
- Leukimia
Apa yang harus dilakukan ketika mengalami gejala mimisan?
Ketika anda mengalami suatu gejala mimisan, anda dapat
melakukan beberapa hal, antara lain :
- Jangan panic, dan tetap tenang
- Duduk tegak atau agak tidur sedikit
- Pencet hidung anda dengan kedua jari. Hal ini dapat membantu menghentikan pendarahan yang terjadi pada hidung anda.
- Tutup bagian hidung dengan menggunakan tissue, dan bersihkan sisa darah yang masih keluar dari hidung
- Kompres hidung yang mimisan dengan menggunakan es batu. Hal ini dilakukan agar darah dapat membeku dan berhenti keluar.
Apakah mimisan berbahaya?
Apabila ditelusuri berdasarkan penyebab dan gejala yang
muncul akibat dari mimisan pada hidung, pada dasarnya, mimisan bukanlah
merupakan suatu gejala yang patut ditindaklanjuti secara berlebihan. Cukup
tunggu saja selam 10 – 15 menit, dan lakukan tips menangani mimisan yang sudah
disebutkan sebelumnya. Berikut ini merupakan ‘syarat’ yang harus dipenuhi
ketika mimisan tidak dianggap berbahaya :
- Pendarahn terjadi tidak lebih dari 30 menit
- Pendarahan hidung atau mimisan terjadi dalam frekuensi yang jarang
- Darah yang keluar dari hidung tidak banyak dan dapat terkontrol
- Tidak ada rasa perih atau sakit ketika mimisan
Apabila anda mengalami hal tersebut, maka anda tidak perlu
panic. Anda baru boleh merasa panic ketika ke – 4 hal yang sudah disebutkan
diatas berlaku kebalikannya, seperti :
- Pendarahan atau mimisan terjadi dalam frekuensi waktu yang sangat sering
- Terasa sakit dan nyeri pada bagian – bagian tertentu
- Volume darah yang keluar sangat banyak
- Detak jantung yang tidak teratur
- Muntah darah
- Kulit menjadi pucat
- Mimisan yang dibarengi oleh bagian atau organ tubuh lainnya.
Apabila anda merasakan gejala seperti itu, maka anda patut
waspada. Gejala – gejala di atas mungkin saja merupakan ciri atau gejala yang
ditimbulkan oleh berbagai macam penyakit, baik itu kronis maupun penyakit yang
ringan. Ada baiknya anda langsung pergi ke dokter keercaan anda apabila anda
mengalami gejala – gejala di atas.
Bagaimana cara mencegah terjadinya mimisan?
Untuk mencegah terjadinya mimiasn sendiri lebih ditekankan
kepada perubahan kebiasaan atau perilaku, seperti :
- Tidak mengorek hidung terlalu dalam
- Menggunakan masker saat bekerja di lokasi yang banyak allergen dan polutan
- Tidak membuang ingus terlalu keras
- Selalu jaga kesehatan dan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan – makanan yang bergizi dan bernutrisi tinggi.
Itulah beberapa hal yang dapat menimbulkan gejala mimisan
pada diri anda. semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.
No comments:
Post a Comment