Wednesday, April 13, 2016
Lirik Lagu Perih - Viera
Oleh : Viera
Dirimu…
Tak pernah menyadari
Semua…
Yang telah kau miliki
Kau buang aku, tinggalkan diriku
Kau… hancurkan aku seakan ku tak pernah ada
Reff:Aku kan bertahan
Meski takkan mungkin
Menerjang kisahnya
Walau perih… walau perih…
Salahkah…
Aku terlalu cinta
Berharap..
Semua kan kembali
Kau buang aku,tinggalkan diriku
Kau.. hancurkan aku
Seakan ku tak pernah ada
Back to Reff
Aku kan bertahan
Meski takkan mungkin
Menerjang kisahnya
Walau perih…
Aku kan bertahan
Meski takkan mungkin
Menerjang kisahnya
Walau perih… walau perih…
Walau perih….walau perih…
Label:
Lirik Lagu
anak sulung yang mencoba menghadapi dunia sendirian, menulis adalah pelarian dari hiruk piruk dunia dan seisinya
SEJARAH - Peristiwa Agresi Militer Belanda II
AGRESI MILITER BELANDA II
Latar Belakang:
* Belanda masih ingin menguasai Indonesia dan berusaha untuk mengingkari perjanjian Renville
* 18 Desember 1948 Belanda mengeluarkan surat pernyataan bahwa Belanda tidak terikat lagi dengan persetujuan gencatan perang Renville. Tetapi surat pernyataan tersebut tidak dapat disampaikan ke pemerintahan pusat di Yogyakarta sebab dilarang oleh Belanda.
Pelaksanaan:
· Pada tanggal 19 Desember 1948 Belanda melakukan serangan terhadap kota Yogyakarta.
· Tepatnya pada pukul 05.30 Belanda melakukan aksi membom pangkalan udara Maguwoharjo (Lapangan Udara Adisucipto) yang dilanjutkan dengan menghancurkan bangunan-bangunan penting dan akhirnya merambat ke pusat kota Yogyakarta dan berhasil menguasainya.
· Belanda berhasil menawan presiden Soekarno, wakil presiden Moh Hatta, Syahrir (penasehat presiden),H. Agus Salim (Menlu).
· Sebelum ditawan presiden berhasil mengirimkan surat pemberian kekuasaan kepada Menetri Kemakmuran Syafruddin (Syarifuddin) Prawironegoro untuk membentuk Pemerintahan Darurat RI (PDRI) di Sumatera. Jika Syarifuddin tidak dapat menjalankan tugasnya maka presiden memerintahkan kepada Sudarsono, L.N. Palar, dan A.A Maramis yang ada di New Delhi untuk membentuk pemerintahan RI di India.
· Belanda akhirnya menguasai Yogyakarta dan TNI berhasil dipukul mundur hingga ke desa-desa.
· Belanda menganggap TNI telah kalah tetapi ternyata TNI dapat tetap mengumpulkan kekuatan untuk melawan Belanda.
· Sementara Belanda menyiarkan kabar ke seluruh dunia bahwa TNI sudah lemah dan RI sudah tidak ada lagi.
· Belanda melakukan sensor pers agar berita tersebut tidak tersiar keluar. Tetapi ternyata dari radio gerilya Indonesia dapat disiarkan berita perlawanan rakyat hingga ke luar negari.
· Akhirnya setelah 1 bulan dari agresi tersebut TNI mulai melakukan gerakan menyerang kota-kota. Serangan yang terkenal adalah Serangan Umum 1 Maret 1949 terhadap kota Yogyakarta yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto, dan berhasil menduduki kota Yogyakarta.
· Hal tersebut membuktikan kepada dunia bahwa TNI tidak hancur mereka masih mempunyai kemampuan bahkan mampu menyerang Belanda. Sehingga Belanda akhirnya mau membicarakan dalam meja perundingan.
Tujuan Belanda menyelenggarakan Agresi Militer II :
Belanda ingin menujukkan kepada dunia bahwa pemerintah Republik Indonesia dan TNI secara de facto tidak ada lagi.
Tindakan perjuangan secara diplomatik yang dilakukan untuk menggagalkan tujuan Belanda, yaitu :
v Menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Agresi Militer Belanda II merupakan tindakan melanggar perjanjian damai (hasil Perundingan Renville)
v Meyakinkan dunia bahwa Indonesia cinta damai, terbukti dengan sikap menaati hasil Perundingan Renville dan penghargaan terhadap KTN.
v Membuktikan bahwa Republik Indonesia masih ada. Hal ini ditunjukkan dengan eksistensi PDRI dan keberhasilan TNI menguasai Yogyakarta selama enam jam pada Serangan Umum 1 Maret 1949.
Upaya Indonesia menarik simpati Amerika serikat hingga akhirnya mendesak Belanda untuk menarik mundur pasukannya dari wilayah Indonesia.
Dewan Keamanan PBB juga mendesak Belanda untuk menghentikan operasi militer dan membebaskan para pemimpin Indonesia.
Desakan tersebut membuat Belanda mengakhiri agresi militer II.
Latar Belakang:
* Belanda masih ingin menguasai Indonesia dan berusaha untuk mengingkari perjanjian Renville
* 18 Desember 1948 Belanda mengeluarkan surat pernyataan bahwa Belanda tidak terikat lagi dengan persetujuan gencatan perang Renville. Tetapi surat pernyataan tersebut tidak dapat disampaikan ke pemerintahan pusat di Yogyakarta sebab dilarang oleh Belanda.
Pelaksanaan:
· Pada tanggal 19 Desember 1948 Belanda melakukan serangan terhadap kota Yogyakarta.
· Tepatnya pada pukul 05.30 Belanda melakukan aksi membom pangkalan udara Maguwoharjo (Lapangan Udara Adisucipto) yang dilanjutkan dengan menghancurkan bangunan-bangunan penting dan akhirnya merambat ke pusat kota Yogyakarta dan berhasil menguasainya.
· Belanda berhasil menawan presiden Soekarno, wakil presiden Moh Hatta, Syahrir (penasehat presiden),H. Agus Salim (Menlu).
· Sebelum ditawan presiden berhasil mengirimkan surat pemberian kekuasaan kepada Menetri Kemakmuran Syafruddin (Syarifuddin) Prawironegoro untuk membentuk Pemerintahan Darurat RI (PDRI) di Sumatera. Jika Syarifuddin tidak dapat menjalankan tugasnya maka presiden memerintahkan kepada Sudarsono, L.N. Palar, dan A.A Maramis yang ada di New Delhi untuk membentuk pemerintahan RI di India.
· Belanda akhirnya menguasai Yogyakarta dan TNI berhasil dipukul mundur hingga ke desa-desa.
· Belanda menganggap TNI telah kalah tetapi ternyata TNI dapat tetap mengumpulkan kekuatan untuk melawan Belanda.
· Sementara Belanda menyiarkan kabar ke seluruh dunia bahwa TNI sudah lemah dan RI sudah tidak ada lagi.
· Belanda melakukan sensor pers agar berita tersebut tidak tersiar keluar. Tetapi ternyata dari radio gerilya Indonesia dapat disiarkan berita perlawanan rakyat hingga ke luar negari.
· Akhirnya setelah 1 bulan dari agresi tersebut TNI mulai melakukan gerakan menyerang kota-kota. Serangan yang terkenal adalah Serangan Umum 1 Maret 1949 terhadap kota Yogyakarta yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto, dan berhasil menduduki kota Yogyakarta.
· Hal tersebut membuktikan kepada dunia bahwa TNI tidak hancur mereka masih mempunyai kemampuan bahkan mampu menyerang Belanda. Sehingga Belanda akhirnya mau membicarakan dalam meja perundingan.
Tujuan Belanda menyelenggarakan Agresi Militer II :
Belanda ingin menujukkan kepada dunia bahwa pemerintah Republik Indonesia dan TNI secara de facto tidak ada lagi.
Tindakan perjuangan secara diplomatik yang dilakukan untuk menggagalkan tujuan Belanda, yaitu :
v Menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Agresi Militer Belanda II merupakan tindakan melanggar perjanjian damai (hasil Perundingan Renville)
v Meyakinkan dunia bahwa Indonesia cinta damai, terbukti dengan sikap menaati hasil Perundingan Renville dan penghargaan terhadap KTN.
v Membuktikan bahwa Republik Indonesia masih ada. Hal ini ditunjukkan dengan eksistensi PDRI dan keberhasilan TNI menguasai Yogyakarta selama enam jam pada Serangan Umum 1 Maret 1949.
Upaya Indonesia menarik simpati Amerika serikat hingga akhirnya mendesak Belanda untuk menarik mundur pasukannya dari wilayah Indonesia.
Dewan Keamanan PBB juga mendesak Belanda untuk menghentikan operasi militer dan membebaskan para pemimpin Indonesia.
Desakan tersebut membuat Belanda mengakhiri agresi militer II.
Label:
Pelajaran
anak sulung yang mencoba menghadapi dunia sendirian, menulis adalah pelarian dari hiruk piruk dunia dan seisinya
SEJARAH - Sejarah Perjanjian Renville
Perjanjian
Renville merupakan perjanjian antara pemerintah Belanda dengan
pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik yang
terjadi antar kedua belah pihak pasca agresi Belanda 1. Perjanjian ini
ditandatangani di atas kapal perang USS Renville yang tengah merapat di
Tanjung Priok pada tanggal 17 Januari 1948.
Latar Belakang
Aksi militer Belanda, oleh pihak Indonesia disebut Agresi Militer Belanda 1 sementara pihak Belanda menyebut aksi polisionil, berhasil menduduki kota-kota penting dan objek-objek penting seperti perkebunan, pelabuhan dan pabrik-pabrik. Atas aksi Belanda itu pemerintah Indonesia melayangkan protes ke Dewan Keamanan PBB.
Pada tanggal 1 Agustus 1947 Dewan Keamanan PBB mengadakan sidang. Hasilnya Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi agar Indonesia dan Belanda menghentikan tembak-menembak. Selain itu tanggal 25 Agustus 1947 Dewan Keamanan PBB membentuk suatu komite untuk menjadi penengah konflik antara Indonesia dengan Belanda yang dikenal dengan Komisi Tiga Negara (KTN), yang beranggotakan tiga negara, yaitu Australia yang dipilih oleh Indonesia, Belgia yang dipilih oleh Belanda, dan Amerika Serikat yang dipilih oleh Australia dan Belgia.
Atas campur tangan PBB melalui Komisi Tiga Negara, Indonesia dan Belanda berhasil dipertemukan dalam suatu perjanjian, namun kedua belah pihak menginginkan perjanjian dilaksanakan di tempat yang netral, dengan alasan kondisi di Indonesia masih sering terjadi baku tembak antara TNI dan tentara Belanda. Amerika Serikat yang menjadi penengah dalam Komisi Tiga Negara mengusulkan agar perjanjian diadakan di kapal perang USS Renville.
Naskah perjanjian ditandatangani pada 17 Januari 1948. Hasil perundingan disebut perjanjian Renville. Dalam perudingan ini delegasi Indonesia dipimpin oleh Mr. Amir Syarifuddin. Sedangkan delegasi Belanda dipimpin oleh R. Abdulkadir Wijoyoatmojo, seorang Indonesia yang memihak Belanda.
Isi Perjanjian Renville, antara lain :
1. Pembentukan dengan segera Republik Indonesia Serikat (RIS);
2. Belanda tetap berdaulat atas seluruh Indonesia, sebelum RIS terbentuk;
3. RI akan merupakan negara bagian dalam RIS;
4. Akan dibentuk Uni Indonesia - Belanda di mana kepalanya adalah Raja Belanda;
5. Akan diadakan plebisit (pemungutan suara) untuk menentukan kedudukan politik rakyat Indonesia dalam RIS dan pemilihan umum untuk membentuk Dewan Konstituante RIS.
6. TNI harus ditarik mundur dari kantong-kantong republik di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur, untuk masuk ke wilayah Republik Indonesia di Yogyakarta.
Dampak Perjanjian Renville
Perjanjian Renville mengakibatkan banyak kerugian di pihak Indonesia, bagi pihak Indonesia kerugian yang paling dirasakan ialah keharusan tentara untuk meninggalkan posisi yang sebelumnya menjadi kantong-kantong republik, seperti ribuan tentara dari Divisi Siliwangi di Jawa Barat harus hijrah ke Jawa Tengah untuk mematuhi perjanjian Renville. Wilayah Indonesia jelas semakin sempit. Belanda hanya mengakui wilayah RI atas Jawa Tengah, Yogyakarta, sebagian kecil Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatra.
Selain itu akibat perjanjian Renville juga timbulnya protes dan kekisruhan di tubuh pemerintah. Sebagai bentuk penolakan atas perjanjian itu, sejumlah partai politik menarik dukungannya, seperti Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Masyumi. Akhirnya, Kabinet Amir Syarifuddin jatuh, pada tanggal 23 Januari 1948 Amir Syarifuddin menyerahkan mandatnya kepada Presiden Soekarno.
Untuk mengatasi kemelut yang terjadi maka presiden Soekarno mengambil langkah dengan menunjuk wakil presiden Muhammad Hatta sebagai perdana menteri.
Latar Belakang
Aksi militer Belanda, oleh pihak Indonesia disebut Agresi Militer Belanda 1 sementara pihak Belanda menyebut aksi polisionil, berhasil menduduki kota-kota penting dan objek-objek penting seperti perkebunan, pelabuhan dan pabrik-pabrik. Atas aksi Belanda itu pemerintah Indonesia melayangkan protes ke Dewan Keamanan PBB.
Pada tanggal 1 Agustus 1947 Dewan Keamanan PBB mengadakan sidang. Hasilnya Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi agar Indonesia dan Belanda menghentikan tembak-menembak. Selain itu tanggal 25 Agustus 1947 Dewan Keamanan PBB membentuk suatu komite untuk menjadi penengah konflik antara Indonesia dengan Belanda yang dikenal dengan Komisi Tiga Negara (KTN), yang beranggotakan tiga negara, yaitu Australia yang dipilih oleh Indonesia, Belgia yang dipilih oleh Belanda, dan Amerika Serikat yang dipilih oleh Australia dan Belgia.
Atas campur tangan PBB melalui Komisi Tiga Negara, Indonesia dan Belanda berhasil dipertemukan dalam suatu perjanjian, namun kedua belah pihak menginginkan perjanjian dilaksanakan di tempat yang netral, dengan alasan kondisi di Indonesia masih sering terjadi baku tembak antara TNI dan tentara Belanda. Amerika Serikat yang menjadi penengah dalam Komisi Tiga Negara mengusulkan agar perjanjian diadakan di kapal perang USS Renville.
Naskah perjanjian ditandatangani pada 17 Januari 1948. Hasil perundingan disebut perjanjian Renville. Dalam perudingan ini delegasi Indonesia dipimpin oleh Mr. Amir Syarifuddin. Sedangkan delegasi Belanda dipimpin oleh R. Abdulkadir Wijoyoatmojo, seorang Indonesia yang memihak Belanda.
Isi Perjanjian Renville, antara lain :
1. Pembentukan dengan segera Republik Indonesia Serikat (RIS);
2. Belanda tetap berdaulat atas seluruh Indonesia, sebelum RIS terbentuk;
3. RI akan merupakan negara bagian dalam RIS;
4. Akan dibentuk Uni Indonesia - Belanda di mana kepalanya adalah Raja Belanda;
5. Akan diadakan plebisit (pemungutan suara) untuk menentukan kedudukan politik rakyat Indonesia dalam RIS dan pemilihan umum untuk membentuk Dewan Konstituante RIS.
6. TNI harus ditarik mundur dari kantong-kantong republik di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur, untuk masuk ke wilayah Republik Indonesia di Yogyakarta.
Dampak Perjanjian Renville
Perjanjian Renville mengakibatkan banyak kerugian di pihak Indonesia, bagi pihak Indonesia kerugian yang paling dirasakan ialah keharusan tentara untuk meninggalkan posisi yang sebelumnya menjadi kantong-kantong republik, seperti ribuan tentara dari Divisi Siliwangi di Jawa Barat harus hijrah ke Jawa Tengah untuk mematuhi perjanjian Renville. Wilayah Indonesia jelas semakin sempit. Belanda hanya mengakui wilayah RI atas Jawa Tengah, Yogyakarta, sebagian kecil Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatra.
Selain itu akibat perjanjian Renville juga timbulnya protes dan kekisruhan di tubuh pemerintah. Sebagai bentuk penolakan atas perjanjian itu, sejumlah partai politik menarik dukungannya, seperti Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Masyumi. Akhirnya, Kabinet Amir Syarifuddin jatuh, pada tanggal 23 Januari 1948 Amir Syarifuddin menyerahkan mandatnya kepada Presiden Soekarno.
Untuk mengatasi kemelut yang terjadi maka presiden Soekarno mengambil langkah dengan menunjuk wakil presiden Muhammad Hatta sebagai perdana menteri.
Label:
Pelajaran
anak sulung yang mencoba menghadapi dunia sendirian, menulis adalah pelarian dari hiruk piruk dunia dan seisinya
SEJARAH - Komisi Tiga Negara sebagai mediator yang berharga
KTN merupakan sebuah komite yang dibentuk oleh Dewan Keamanan PBB yg akan menjadi penengah konflik antara Indonesia serta Belanda. Komite ini di kenal sebagai Committee of Good Offices for Indonesia (Komite Jasa Baik Untuk Indonesia), Komisi Tiga Negara (KTN), disebut begitu sebab beranggotakan tiga negara, yaitu
1. Australia yang dipilih oleh Indonesia diwakili oleh Richard C. Kirby
2. Belgia yang dipilih oleh Belanda diwakili oleh Paul van Zeeland
3. Amerika Serikat sebagai pihak yang netral menunjuk Dr. Frank Graham.
Tugas KTN
1. Menguasai dengan cara langsung penghentian tembak menembak sesuai dengan resolusi PBB
2. Menjadi penengah konflik antara Indonesia serta Belanda.
3. Memasang patok-patok wilayah status quo yang dibantu oleh TNI
4. Mempertemukan kembali Indonesia serta Belanda dalam Perundingan Renville. Tetapi, Perundingan Renville ini mengdampakkan wilayah RI makin sempit.
Label:
Pelajaran
anak sulung yang mencoba menghadapi dunia sendirian, menulis adalah pelarian dari hiruk piruk dunia dan seisinya
SEJARAH - Sejarah Agresi Militer Belanda I
Sejarah Agresi Militer Belanda I: Pengertian, Penyebab, Tujuan & Dampaknya
Baca Juga : SEJARAH - Peristiwa Agresi Militer Belanda II
Agresi Militer Belanda I
A. Pengertian Agresi Militer I
"Operatie
Product (bahasa Indonesia: Operasi Produk) atau yang dikenal di
Indonesia dengan nama Agresi Militer Belanda I adalah operasi militer
Belanda di Jawa dan Sumatera terhadap Republik Indonesia yang
dilaksanakan dari 21 Juli 1947 sampai 5 Agustus 1947. Operasi militer
ini merupakan bagian Aksi Polisionil yang diberlakukan Belanda dalam
rangka mempertahankan penafsiran Belanda atas Perundingan Linggarjati.
Dari sudut pandang Republik Indonesia, operasi ini dianggap merupakan
pelanggaran dari hasil Perundingan Linggajati.
B. Latar Belakang Agresi Militer I atau Penyebab Terjadinya Agresi Militer Belanda I
Agresi
militer Belanda I diawali oleh perselisihan Indonesia dan Belanda
akibat perbedaan penafsiran terhadap ketentuan hasil Perundingan
Linggarjati. Pihak Belanda cenderung menempatkan Indonesia sebagai
negara persekmakmuran dengan Belanda sebagai negara induk. Sebaliknya,
pihak Indonesia tetap teguh mempertahankan kedaulatannya, lepas dari
Belanda.
C. Tujuan Belanda Mengadakan Agresi Militer I
Adapun tujuan Belanda mengadakan agresi militer I yaitu sebagai berikut:
1. Tujuan politik Mengepung ibu kota Republik Indonesia dan menghapus kedaulatan Republik Indonesia.
2. Tujuan ekonomi. Merebut pusat-pusat penghasil makanan dan bahan ekspor.
3. Tujuan militer Menghancurkan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
D. Sejarah Agresi Militer I
Agresi
Militer Belanda I direncanakan oleh H.J. van Mook. Van Mook berencana
mendirikan negara boneka dan ingin mengembalikan kekuasaan Belanda atas
wilayah Indonesia. Untuk mencapai tujuan iitu, pihak Belanda tidak
mengakui Perundingan Linggarjati, bahkan merobek-robek kertas
persetujuan itu. Selanjutnya pada tanggal 21 Juli 1947, Belanda
melancarkan aksi militer yang pertama dengan menyerang daerah-daerah
Republik Indonesia di Pulau Jawa dan Sumatra.
Pasukan
TNI belum siap menghadang serangan yang datangnya secara tiba-tiba itu.
Serangan tersebut mengakibatkan pasukan TNI terpencar-pencar. Dalam
keadaan seperti itu, pasukan TNI berusaha untuk membangun daerah
pertahanan baru. Pasukan TNI kemudian melancarkan taktik perang gerilya,
ruang gerak untuk menghadapi pasukan Belanda. Dengan taktik perang
gerilya, ruang gerak pasukan Belanda berhasil dibatasi. Gerakan pasukan
Belanda hanya berada di kota besar dan jalan raya, sedangkan di luar
kota, kekuasaan berada di tangan pasukan TNI.
Agresi
Militer Belanda I ternyata menimbulkan reaksi yang hebat dari dunia
Internasional. Pada tanggal 30 Juli 1947. Permintaan resmi agar masalah
Indonesia segera dimasukkan dalam daftar acara Dewan Keamanan PBB. Pada
tanggal 1 Agustus 1947, Dewan Keamanan PBB memerintah penghentian
permusuhan antara kedua belah pihak. Gencatan senjata mulai berlaku
tanggal 4 Agustus 1947. Guna mengawasi pelaksanaan gencatan senjata,
dibentuk Komisi Konsuler yang anggotanya terdiri atas konsul jenderal
yang ada di Indonesia. Komisi Konsuler yang dikuasi oleh Konsuler
Jenderal Amerika Serikat Dr. Walter Foote dengan anggotanya Konsul
Jenderal Cina, Prancis, Australia, Belgia dan Inggris.
Komisi
Konsuler itu diperkuat dengan militer Amerika Serikat dan Prancis,
yaitu sebagai peninjau militer. Dalam laporannya kepada Dewan Keamanan
PBB, Komisi Konsuler menyatakan bahwa antara tanggal 30 Juli 1947 - 4
Agustus 1947 pasukan Belanda masih mengadakan gerakan militer.
Pemerintah Indonesia menolak garis demarkasi yang dituntut oleh
pemerintah Belanda berdasarkan kemajuan pasukannya setelah perintah
gencatan senjata. Namun penghentian tembak-menembak telah
dimusyawarahkan, meski belum menemukan tindakan yang dapat mengurangi
jatuhnya korban jiwa.
Referensi:
- G. Moedjanto, Indonesia Abad ke-20, Jilid 2, (Yogyakarta: Kanisius, 1991), hal. 5.
- Dadali. dkk. 2007. Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTS 3. Jakarta: Bumi Aksara. Hal: 68-69
- M. Sabir, Politik Bebas Aktif. (Jakarta: Haji Masagung, 1983), hal. 104.
Baca Juga : SEJARAH - Peristiwa Agresi Militer Belanda II
Label:
Pelajaran
anak sulung yang mencoba menghadapi dunia sendirian, menulis adalah pelarian dari hiruk piruk dunia dan seisinya
SEJARAH - Perjanjian Linggarjati
Upaya untuk memperjuangkan kemerdekaan RI selain dengan kekerasan,
ada juga yang dengan kelembutan. Upaya ini biasanya dengan melakukan
perundingan atau membuat sebuah perjanjian dengan Belanda. Salah satunya
adalah perundingan/perjanjian Linggarjati. Berikut merupakan
penjelasannya :
Sebab / Latar Belakang perjanjian Linggarjati
Perjanjian Linggarjati merupakan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Republik Indonesia untuk memperoleh pengakuan kedaulatan dari pemerintah Belanda. Sebelumnya, diplomat dari Inggris, Sir Archibald Clark Kerr mengundang Indonesia dan Belanda untuk berunding di Hoogwe Veluwe dari tanggal 14 – 25 April 1946 untuk menyelesaikan konflik. Namun perundingan tersebut gagal karena Indonesia meminta Belanda mengakui kedaulatannya atas Jawa, Sumatera, dan Madura, namun Belanda hanya mengakui Indonesia atas Jawa dan Madura saja. Sehingga dengan gagalnya perundingan di Hoogwe Veluwe ini, maka kemudian diselenggarakan kembali perundingan di Linggarjati, Jawa Barat.
Pelaksanaan dan Isi Perundingan Linggarjati
Perundingan Linggarjati terlaksana pada 11 – 15 November 1946 di Linggarjati, dekat Cirebon. Dalam perundingan ini, dihadiri oleh perwakilan dari Indonesia dan Belanda. Delegasi Belanda dipimpin oleh Prof. Scermerhorn, dengan anggotanya:
– Max Van Poll,
– F. de Baer, dan
– H.J. Van Mook.
Sedangkan Delegasi Indonesia dipimpin oleh Sutan Syahrir dengan anggotanya ialah:
– Mr. Moh. Roem,
– Mr. Susanto Tirtoprojo, dan
– A.K. Gani
Sebagai penengah dan pemimpin sidang adalah Lord Killearn, juga ada saksi-saksi yakni Amir Syarifudin, dr. Leimena, dr. Sudarsono, dan Ali Budiarjo. Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Moh. Hatta juga hadir di dalam perundingan Linggarjati itu.
Pada tanggal 15 November 1946, hasil perundingan diumumkan dan disetujui oleh kedua belah pihak. Secara resmi, naskah hasil perundingan ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia dan Belanda pada tanggal 25 Maret 1947. Perundingan ini menghasilkan pokok-pokok sebagai berikut :
Hasil perundingan ini tetap memberikan kesempatan untuk Belanda membangun kedaulatannya di Indonesia. Pada dasarnya pihak Belanda terpaksa untuk mengakui kedaulatan wilayah Indonesia. Namun hasil yang paling diingat dari perundingan ini adalah adanya pengakuan de facto dari Belanda. Bukan hanya Belanda, perundingan linggarjati juga berdampak terhadap negara asing lainnya yang berangsur-angsur mengakui kekuasaan RI. Kesepakatan pemberntukan RIS yang membuat Indonesia jharus menjadi bagian persemakmuran kerajaan Belanda, tetap memberikan angin segar kepada Indonesia yang menginginkan kedaulatan. Perundingan LInggarjati ini membuat Indonesia terhindar dari banyaknya korban jiwa yang jatuh jika dibanding dengan melakukan peperangan.
Dampak negatif dari perundingan ini yaitu terjadinya gejolak dalam tubuh pemerintahan Indonesia. KNIP tidak secepatnya mengesahkan perundingan linggarjati ini karena dianggap terlalu menguntungkan pihak Belanda. Beberapa partai seperti Masyumi, PNI, dan pengikut Tan Malaka begitu keras menentang perjanjian Linggarjati. Walaupun, pada akhirnya KNIP mengesahkan perjanjian linggarjati pada tanggal 25 Maret 1947 setelah Hatta mengancam Soekarno dan ia akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia.
Dampak yang lebih terasa lagi, adanya Agresi Militer Belanda I terhadap Indonesia. Hal ini diakibatkan karena Belanda mengganggap Indonesia tidak patuh terhadap perjanjian Linggarjati. Dikarenakan Indonesia mengadakan hubungan diplomatic dengan negara lain, padahal itu bukan wewenangnya. Pada tanggal 20 Juli 1947 Belanda menyatakan tidak terikat lagi dengan perjanjian LInggarjati. Agresipun dilakukan keesokan harinya pada tanggal 21 Juli 1947 dimana Belanda melancarkan serangan ke daerah Jawa dan Sumatera.
Perjanjian Linggarjati merupakan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Republik Indonesia untuk memperoleh pengakuan kedaulatan dari pemerintah Belanda. Sebelumnya, diplomat dari Inggris, Sir Archibald Clark Kerr mengundang Indonesia dan Belanda untuk berunding di Hoogwe Veluwe dari tanggal 14 – 25 April 1946 untuk menyelesaikan konflik. Namun perundingan tersebut gagal karena Indonesia meminta Belanda mengakui kedaulatannya atas Jawa, Sumatera, dan Madura, namun Belanda hanya mengakui Indonesia atas Jawa dan Madura saja. Sehingga dengan gagalnya perundingan di Hoogwe Veluwe ini, maka kemudian diselenggarakan kembali perundingan di Linggarjati, Jawa Barat.
Pelaksanaan dan Isi Perundingan Linggarjati
Perundingan Linggarjati terlaksana pada 11 – 15 November 1946 di Linggarjati, dekat Cirebon. Dalam perundingan ini, dihadiri oleh perwakilan dari Indonesia dan Belanda. Delegasi Belanda dipimpin oleh Prof. Scermerhorn, dengan anggotanya:
– Max Van Poll,
– F. de Baer, dan
– H.J. Van Mook.
Sedangkan Delegasi Indonesia dipimpin oleh Sutan Syahrir dengan anggotanya ialah:
– Mr. Moh. Roem,
– Mr. Susanto Tirtoprojo, dan
– A.K. Gani
Sebagai penengah dan pemimpin sidang adalah Lord Killearn, juga ada saksi-saksi yakni Amir Syarifudin, dr. Leimena, dr. Sudarsono, dan Ali Budiarjo. Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Moh. Hatta juga hadir di dalam perundingan Linggarjati itu.
Pada tanggal 15 November 1946, hasil perundingan diumumkan dan disetujui oleh kedua belah pihak. Secara resmi, naskah hasil perundingan ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia dan Belanda pada tanggal 25 Maret 1947. Perundingan ini menghasilkan pokok-pokok sebagai berikut :
- Belanda mengakui de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan meliputi Sumatera, Jawa, dan Madura. Belanda sudah harus meninggalkan daerah de facto paling lambat pada tanggal 1 Januari 1949.
- Republik Indonesia dan Belanda akan bekerja sama dalam menyelenggarakan berdirinya negara Indonesia Serikat. Pembentukan RIS akan diadakan sebelum tanggal 1 Januari 1949.
- RIS dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketua
Adapun isi dari perundingan Linggarjati secara lengkap terdiri dari 17 pasal dan 1 pasal penutup.
- Adanya keyakinan bahwa bagaimanapun juga jalan damai merupakan jalan yang paling baik dan aman untuk mencapai tujuan Bangsa Indonesia.
- Cara damai akan mendatangkan simpati dan dukungan internasional yang harus diperhitungkan oleh lawan.
- Keadaan militer Indonesia yang masih lemah jika menyetujui perundingan memungkinkan Indonesia memperoleh kesempatan untuk memperkuat militer.
- Jalan diplomasi dipandang sebagai jalan untuk memperjuangkan pengakuan kedaulatan dan penegakan Negara RI yang berdaulat.
Hasil perundingan ini tetap memberikan kesempatan untuk Belanda membangun kedaulatannya di Indonesia. Pada dasarnya pihak Belanda terpaksa untuk mengakui kedaulatan wilayah Indonesia. Namun hasil yang paling diingat dari perundingan ini adalah adanya pengakuan de facto dari Belanda. Bukan hanya Belanda, perundingan linggarjati juga berdampak terhadap negara asing lainnya yang berangsur-angsur mengakui kekuasaan RI. Kesepakatan pemberntukan RIS yang membuat Indonesia jharus menjadi bagian persemakmuran kerajaan Belanda, tetap memberikan angin segar kepada Indonesia yang menginginkan kedaulatan. Perundingan LInggarjati ini membuat Indonesia terhindar dari banyaknya korban jiwa yang jatuh jika dibanding dengan melakukan peperangan.
Dampak negatif dari perundingan ini yaitu terjadinya gejolak dalam tubuh pemerintahan Indonesia. KNIP tidak secepatnya mengesahkan perundingan linggarjati ini karena dianggap terlalu menguntungkan pihak Belanda. Beberapa partai seperti Masyumi, PNI, dan pengikut Tan Malaka begitu keras menentang perjanjian Linggarjati. Walaupun, pada akhirnya KNIP mengesahkan perjanjian linggarjati pada tanggal 25 Maret 1947 setelah Hatta mengancam Soekarno dan ia akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia.
Dampak yang lebih terasa lagi, adanya Agresi Militer Belanda I terhadap Indonesia. Hal ini diakibatkan karena Belanda mengganggap Indonesia tidak patuh terhadap perjanjian Linggarjati. Dikarenakan Indonesia mengadakan hubungan diplomatic dengan negara lain, padahal itu bukan wewenangnya. Pada tanggal 20 Juli 1947 Belanda menyatakan tidak terikat lagi dengan perjanjian LInggarjati. Agresipun dilakukan keesokan harinya pada tanggal 21 Juli 1947 dimana Belanda melancarkan serangan ke daerah Jawa dan Sumatera.
Label:
Pelajaran
anak sulung yang mencoba menghadapi dunia sendirian, menulis adalah pelarian dari hiruk piruk dunia dan seisinya
Monday, April 11, 2016
CURUG LAWE

Air tejun
merupakan suatu tempat wisata yang paling banyak terdapat di daaerah Jawa
Tengah. Tetapi jangan salah dengan wisata air terjun yang satu ini. Curug lawe
yang berada di Desa Muncar, Kecamatan
Gemawang, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Curug lawe merupakan salah satu
air terjun yang ada di kaki gunung Ungaran, konon air terjun ini bisa dinamakan
curug lawe karena jatuhnya air dari air terjun ini menjuntal mengesankan
untaian benang, kalau dalam bahasa jawa biasanya menyebutnya lawe yang berarti sangat halus dan berwarna putih. Kata Lawe dalam bahasa Jawa memang
berarti benang yang sangat halus. Curug lawe berbeda dari kebanyakan curug yang
dijadikan objek wisata, disini kita akan disajikan oleh suasana alam khas yang
masih sangat alami sehingga belum terlalu terganggu dengan aktivitas dan sampah
yang sering kita jumpai di kota. Lokasinya curug lawe memang berada cukup jauh
dari pusat kota Temanggung tepatnya berada di Dusun Muncar Lor, Desa Muncar,
Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Propinsi Jawa Tengah.
Dikawasan ini, kita juga bisa menikmati wisata belanja sayuran dan buah-buahan, terutama pisang dengan harga murah, karena langsung dibeli dari petani yang ada di ladang atau disawah mereka. Jika anda malu untuk membelinya dari petani atau mungkin kesulitan mencari petani yang sedang berada di ladang atau sawahnya anda bisa membelinya di Pasar Muncar dengan harga yang relatif murah juga, karena memang di daerah muncar ini terkenal akan pertaniannya yang subur dan hasil buah-buahan yang baik.
Disekitar objek wisata curug lawe sebenarnya juga terdapat buah khas dari Gemawang.
Orang di sekitar sana biasa menyebutnya cendul atau kalau orang temanggung kota biasa menyebutnya dengan sebutan buah kepel, saya tidak tahu kalau dalam bahasa indonesia kepel itu disebut buah apa tetapi ditempat saya orang-orang sering menyebutnya cendul atau kepel yang memang jika kita teliti di pasar lain masih jarang dijumpai di daerah lain. Jika sedang musimnya, wisatawan bisa memetik buah kepel dari pohonya secara gratis. Buah ini sangat menyegarkan, sehingga bisa menghapus dahaga para pengunjung. Maklum karena memang untuk menuju curug lawe pengunjung yang membawa kendaraan pribadi seperti mobil/sepeda motor harus menitipkan kendaraanya di rumah-rumah penduduk setempat, karena para pengunjung harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak menuju lokasi.
Tetapi menurut saya justru inilah yang paling menarik dari wisata ini, karena di derah kota kita tidak mungkin bisa berjalan melewati pematang sawah, melewati ladang, jauh dari kesan polusi kendaraan bermotor atau asap pabrik. Dan yang lebih penting lagi udara disini sangat sejuk tanpa anda harus menggunakan ac karena disini sudah tersedia ac alami, yaitu dari tumbuh-tumbuhan di sekitar. Pantas jika pengunjung sudah sampai di lokasi curug lawe lebih suka berlama-lama dan enggan untuk kembali.
Dari lokasi parkir anda harus berjalan cukup jauh, kira-kira 1.5 jam untuk mencapai Curug Lawe. fantastik bukan,? mungkin inilah alasan utama pengunjung lebih suka berlama-lama di curug dan enggan untuk kembali. Tapi jangan khawatir karena setelah ditengah perjalanan anda akan disuguhi dengan pesona alam yang begitu memikat dan segala rasa capek anda akan terobati dengan segarnya air dari curug lawe ini. Seperti akan dibawa seolah-olah seperti menemukan oase yang sangat indah.
Saat anda memasuki pos pembayaran tiket sebaiknya anda membeli makanan atau minuman untuk menemani perjalan anda, jangan sampai tidak membawa bekal karena perjalanan yang akan anda lalui lumayan melelahkan. Cukup membawa air mineral 1 botol dan makanan ringan itu saja sudah cukup, karena mungkin anda akan lupa untuk memakan bekal anda karena terpesona oleh keindahan alam sekitar. Trek awal menuju curug adalah parit irigasi yang cukup panjang. Jalannya kecil dan licin, jadi hati-hati kalau lewat sini. Apalagi kalau melihat aliran deras air paritnya bisa pusing kepala jadi kita sarankan untuk berhati-hati. Objek wisata ini sangat cocok bagi pengunjung yang menyukai wisata bertema petualangan. Karena disinilah kita akan merasakan asiknya petualangan selama kurang lebih 1 setengah jam dan tentunya akan membuat anda ingin kembali lagi ke tempat ini. Tidak jauh dari Curug Lawe juga terdapat mata air panas yang bisa dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit kulit dan tulang, karena airnya mengandung belerang.
Akses Menuju Tempat Wisata Curug Lawe
Barjarak 26 kilo arah utara Kota Temanggung atau 1 jam perjalanan lewat jalur Parakan-Ngadirejo. Kondisi jalan menuju kesana sudah beraspal hingga desa. atau anda juga bisa melewati jalan tembus dengan anda mengambil arah ke parakan, setelah ketemu desa ngimbrang anda ambil kanan dan anda akan sampai ke pasar kedu. Dari pasar Kedu anda tinggal lurus saja dan mengikuti jalan utama kedu - Jumo, setelah melewati jembatan anda ambil kiri dan hanya dalam waktu beberapa menit saja anda sudah sampai di tempat tujuan.
Dikawasan ini, kita juga bisa menikmati wisata belanja sayuran dan buah-buahan, terutama pisang dengan harga murah, karena langsung dibeli dari petani yang ada di ladang atau disawah mereka. Jika anda malu untuk membelinya dari petani atau mungkin kesulitan mencari petani yang sedang berada di ladang atau sawahnya anda bisa membelinya di Pasar Muncar dengan harga yang relatif murah juga, karena memang di daerah muncar ini terkenal akan pertaniannya yang subur dan hasil buah-buahan yang baik.
Disekitar objek wisata curug lawe sebenarnya juga terdapat buah khas dari Gemawang.
Orang di sekitar sana biasa menyebutnya cendul atau kalau orang temanggung kota biasa menyebutnya dengan sebutan buah kepel, saya tidak tahu kalau dalam bahasa indonesia kepel itu disebut buah apa tetapi ditempat saya orang-orang sering menyebutnya cendul atau kepel yang memang jika kita teliti di pasar lain masih jarang dijumpai di daerah lain. Jika sedang musimnya, wisatawan bisa memetik buah kepel dari pohonya secara gratis. Buah ini sangat menyegarkan, sehingga bisa menghapus dahaga para pengunjung. Maklum karena memang untuk menuju curug lawe pengunjung yang membawa kendaraan pribadi seperti mobil/sepeda motor harus menitipkan kendaraanya di rumah-rumah penduduk setempat, karena para pengunjung harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak menuju lokasi.
Tetapi menurut saya justru inilah yang paling menarik dari wisata ini, karena di derah kota kita tidak mungkin bisa berjalan melewati pematang sawah, melewati ladang, jauh dari kesan polusi kendaraan bermotor atau asap pabrik. Dan yang lebih penting lagi udara disini sangat sejuk tanpa anda harus menggunakan ac karena disini sudah tersedia ac alami, yaitu dari tumbuh-tumbuhan di sekitar. Pantas jika pengunjung sudah sampai di lokasi curug lawe lebih suka berlama-lama dan enggan untuk kembali.
Dari lokasi parkir anda harus berjalan cukup jauh, kira-kira 1.5 jam untuk mencapai Curug Lawe. fantastik bukan,? mungkin inilah alasan utama pengunjung lebih suka berlama-lama di curug dan enggan untuk kembali. Tapi jangan khawatir karena setelah ditengah perjalanan anda akan disuguhi dengan pesona alam yang begitu memikat dan segala rasa capek anda akan terobati dengan segarnya air dari curug lawe ini. Seperti akan dibawa seolah-olah seperti menemukan oase yang sangat indah.
Saat anda memasuki pos pembayaran tiket sebaiknya anda membeli makanan atau minuman untuk menemani perjalan anda, jangan sampai tidak membawa bekal karena perjalanan yang akan anda lalui lumayan melelahkan. Cukup membawa air mineral 1 botol dan makanan ringan itu saja sudah cukup, karena mungkin anda akan lupa untuk memakan bekal anda karena terpesona oleh keindahan alam sekitar. Trek awal menuju curug adalah parit irigasi yang cukup panjang. Jalannya kecil dan licin, jadi hati-hati kalau lewat sini. Apalagi kalau melihat aliran deras air paritnya bisa pusing kepala jadi kita sarankan untuk berhati-hati. Objek wisata ini sangat cocok bagi pengunjung yang menyukai wisata bertema petualangan. Karena disinilah kita akan merasakan asiknya petualangan selama kurang lebih 1 setengah jam dan tentunya akan membuat anda ingin kembali lagi ke tempat ini. Tidak jauh dari Curug Lawe juga terdapat mata air panas yang bisa dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit kulit dan tulang, karena airnya mengandung belerang.
Akses Menuju Tempat Wisata Curug Lawe
Barjarak 26 kilo arah utara Kota Temanggung atau 1 jam perjalanan lewat jalur Parakan-Ngadirejo. Kondisi jalan menuju kesana sudah beraspal hingga desa. atau anda juga bisa melewati jalan tembus dengan anda mengambil arah ke parakan, setelah ketemu desa ngimbrang anda ambil kanan dan anda akan sampai ke pasar kedu. Dari pasar Kedu anda tinggal lurus saja dan mengikuti jalan utama kedu - Jumo, setelah melewati jembatan anda ambil kiri dan hanya dalam waktu beberapa menit saja anda sudah sampai di tempat tujuan.
Label:
Wisata
anak sulung yang mencoba menghadapi dunia sendirian, menulis adalah pelarian dari hiruk piruk dunia dan seisinya
Subscribe to:
Posts (Atom)

